| dc.description.abstract | Masalah pengelolaan sampah menjadi isu lingkungan yang semakin mendesak
seiring meningkatnya volume limbah dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam
memilah sampah rumah tangga. Dalam konteks Daerah Istimewa Yogyakarta,
kampanye pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam membangun
kesadaran kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kampanye yang
dilakukan oleh dua aktor utama, yakni Balai Pengelolaan Sampah Dinas
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY sebagai representasi pemerintah,
serta Trash Hero Yogyakarta sebagai gerakan komunitas. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara
mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLHK DIY
mengimplementasikan strategi kampanye berbasis kelembagaan melalui
penyuluhan formal, kerja sama antarinstansi, serta pemanfaatan media yang
beragam, baik digital, konvensional, maupun tatap muka. Kredibilitas komunikator
ditopang oleh otoritas formal, meski pola komunikasi masih dominan satu arah
dengan umpan balik yang terbatas, sementara evaluasi berbasis data sering
terkendala birokrasi dan minimnya partisipasi sukarela. Sebaliknya, Trash Hero
Yogyakarta mengedepankan strategi berbasis komunitas dengan pola komunikasi
horizontal, naratif, dan inspiratif melalui aksi langsung seperti kegiatan bersih-
bersih serta dokumentasi di media sosial. Kredibilitas kampanye dibangun oleh
figur relawan independen dengan mekanisme umpan balik real time serta evaluasi
reflektif. Strategi ini diperkuat oleh semangat kolektif, nilai sosial, dan kedekatan
emosional, namun terbatas oleh sumber daya dan keberlanjutan relawan. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pendekatan kelembagaan dan komunitas
berpotensi menghasilkan strategi kampanye pengelolaan sampah yang lebih
inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. | en_US |