Show simple item record

dc.contributor.authorPradipa, Muhammad Rafif
dc.date.accessioned2026-04-14T01:50:59Z
dc.date.available2026-04-14T01:50:59Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61482
dc.description.abstractKemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) telah berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Internet, sebuah terobosan teknologi penting, telah memfasilitasi aktivitas manusia dengan menyediakan akses mudah ke informasi dan komunikasi. Namun, dunia digital juga menimbulkan ancaman serius, seperti serangan siber dan kebocoran data. Penelitian ini menganalisis resepsi film Missing (2023) yang menggambarkan dualitas teknologi digital manfaat dan risikonya. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada bidang akademis analisis resepsi film dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi informasi pribadi di era digital. Metode yang digunakan adalah analisis resepsi dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah penonton film. Temuan pokok menunjukkan bahwa semua semua penonton berada pada Negotiated Position, menerima film peretasan sebagai upaya penyelamatan namun tetap menyadari pelanggaran etis dan hukum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTeknologi Digitalen_US
dc.subjectKeamanan Siberen_US
dc.subjectAnalisis Resepsi Filmen_US
dc.subjectInterneten_US
dc.subjectPerlindungan Informasi Pribadien_US
dc.titleAnalisis Resepsi Penonton Film Missing (2023) Terkait Isu Peretasan Informasi Data Pribadi Digital di Masyarakaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321149


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record