• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Surat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 593/4811 Perihal Pengendalian Permohonan Hak Atas Tanah Negara yang dikuasai Pemda DIY di Kota Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21410615.pdf (1.472Mb)
    21410615 Bab 1.pdf (564.2Kb)
    21410615 Daftar Pustaka.pdf (510.3Kb)
    Date
    2025
    Author
    Larasati, Iftita Laela
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berfokus pada implementasi Surat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 593/4811 tentang Pengendalian Permohonan Hak Atas Tanah Negara yang Dikuasai Pemda DIY serta faktor-faktor yang menghambat proses perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) yang telah habis jangka waktunya. Surat Gubernur tersebut membawa implikasi signifikan terhadap mekanisme pelayanan pertanahan karena setiap permohonan perpanjangan HGB yang terindikasi berasal dari tanah Kasultanan maupun Kadipaten wajib memperoleh rekomendasi Gubernur sebelum diproses lebih lanjut oleh Kantor Pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan dukungan data empiris di Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Surat Gubernur 593/4811 masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lambatnya proses penelusuran asal-usul tanah, keharusan koordinasi dengan Panitikismo yang memerlukan waktu tambahan, belum optimalnya penyesuaian terhadap regulasi baru, serta minimnya sosialisasi kepada masyarakat yang mengakibatkan ketidakpastian prosedural. Faktor-faktor tersebut menimbulkan beban administratif bagi pemohon dan berdampak pada tidak tercapainya standar pelayanan publik secara optimal dalam penyelesaian perpanjangan HGB di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun ketentuan dalam Surat Gubernur telah menjadi pedoman dalam pengendalian permohonan hak atas tanah, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala yang menghambat efektivitas pelayanan pertanahan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61413
    Collections
    • Law [3373]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV