• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implikasi Perubahan Kedudukan dan Kewenangan Badan Perwakilan Desa Menjadi Badan Permusyawaratan Desa Terhadap Pengawasan Kinerja Kepala Desa dan Pemerintah Desa di Masa Reformasi

    Thumbnail
    View/Open
    21410808.pdf (1.606Mb)
    21410808 Bab 1.pdf (616.4Kb)
    21410808 Daftar Pustaka.pdf (548.5Kb)
    Date
    2025
    Author
    Saputra, Nanda Wahyu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini menganalisis mengenai implikasi perubahan kedudukan dan kewenangan Badan Perwakilan Desa menjadi Badan Permusyawaratan Desa terhadap pengawasan kinerja kepala desa dan pemerintah desa. Kajian ini bertujuan untuk tiga hal, yaitu: (1) mengetahui latar belakang perubahan Badan Perwakilan Desa menjadi Badan Permusyawaratan Desa; (2) mengetahui implikasi perubahan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa terhadap pengawasan pemerintah desa; dan (3) menyusun konsep Badan Permusyawaratan Desa sebagai parlemen desa yang demokratis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama, perubahan Badan Perwakilan Desa menjadi Badan Permusyawaratan Desa merupakan bentuk penyesuaian dengan kondisi sosial- politik desa dan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta penguatan nilai nlai budaya lokal desa yaitu musyawarah dan mufakat. Kedua, perubahan regulasi justeru melemahkan kewenangan BPD sebagai lembaga representatif masyarakat desa dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintah desa, sehingga prinsip demokrasi desa dan prinsip good governance tidak berjalan optimal. Ketiga, konsep yang ideal bagi BPD sebagai parlemen desa yang demokratis yaitu berkedudukan sejajar dengan kepala desa dengan diberikan kewenangan yang utuh dalam tiga fungsi utamanya yaitu fungsi legislasi, aspirasi dan pengawasan sehingga terwujudnya check and balance dalam pemerintahan desa.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60990
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV