• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tanggung Gugat Atas Wanprestasi dalam Perjanjian Pembangunan Rumah oleh Pengembang (Studi Kasus PT. Daratan Group Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    20410423.pdf (5.032Mb)
    20410423 Bab I.pdf (4.840Mb)
    20410423 Dapus.pdf (135.6Kb)
    Date
    2025
    Author
    Anwar, Naufal Atalla
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perjanjian kerja merupakan kesepakatan antara para pihak berdasarkan itikad baik untuk mencapai tujuan tertentu, yang diatur dalam KUH Perdata serta peraturan terkait lainnya. Penelitian ini membahas kasus wanprestasi dalam perjanjian pembangunan rumah antara pengembang dan kontraktor di proyek Artha Town House Purwomartani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk tanggung gugat atas wanprestasi oleh pengembang serta mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat dilakukan oleh kontraktor. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus, konseptual, dan perundang-undangan, serta analisis data secara deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembang telah melakukan wanprestasi berupa tidak membayar tagihan sesuai dengan ketentuan dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Oleh karena itu, pengembang memiliki tanggung jawab hukum atas kelalaian tersebut. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui jalur non-litigasi dan litigasi yang diatur dalam Pasal 11 SPK Nomor 001/SPK/ATP/V/2023. Rekomendasi hukum yang diberikan meliputi: pertama, pengembang diharapkan mengupayakan untuk melaksanakan prestasi berupa pembayaran tagihan, melaksanakan hasil mediasi disertai dengan itikad baik untuk dapat melakukan penyelesaian sengketa hukum; kedua, kontraktor disarankan menempuh upaya non-litigasi seperti mediasi sebelum membawa perkara ke pengadilan, sesuai Pasal 11 SPK dan dengan mempertimbangkan yurisdiksi pengadilan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60865
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV