Pengaruh Faktor Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, dan Produk Domestik Bruto terhadap Return Saham pada Perusahaan Sektor Energi di Indonesia dan Malaysia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi— meliputi inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan Produk Domestik Bruto (PDB)—serta variabel fundamental perusahaan terhadap return saham sektor energi di Indonesia dan Malaysia selama periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model Pooled Ordinary Least Squares (Pooled OLS) menggunakan robust standard errors untuk mengatasi pelanggaran asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sektor energi di Indonesia dan pada model gabungan Indonesia–Malaysia, sedangkan pada Malaysia pengaruh inflasi tidak signifikan. Nilai tukar berpengaruh negatif signifikan di Malaysia dan model gabungan, tetapi tidak signifikan di Indonesia. Sementara itu, PDB berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham sektor energi di Indonesia dan model gabungan, menunjukkan adanya perbedaan respons pasar terhadap dinamika ekonomi makro. Pada variabel kontrol, hanya leverage (Debt to Equity Ratio/DER) yang berpengaruh positif signifikan terhadap return saham di Indonesia dan model gabungan, sedangkan ukuran perusahaan (SZ), profitabilitas (ROE), dan valuasi (PBV) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa faktor makroekonomi memiliki pengaruh dominan terhadap pergerakan return saham sektor energi dibandingkan faktor internal perusahaan.
Collections
- Master of Management [542]
