Relevansi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan Pendidikan Karakter dalam Islam
| dc.contributor.author | Musolin, Muhlil | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T04:44:49Z | |
| dc.date.available | 2026-02-12T04:44:49Z | |
| dc.date.issued | 2015 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/60604 | |
| dc.description.abstract | Pendidikan di Indonesia yang saat ini belum sesuai dengan tujuannya yaitu membangun generasi yang mempunyai ilmu pengetahuan dan berbudi pekerti yang luhur perlu adanya pengkajian terhadap konsep pendidikan para tokoh pendidikan terdahulu. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara?, Bagaimana konsep pendidikan karakter Islami?, Bagaimana relevansi konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan pendidikan karakter dalam Islam?. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan penelitian yang bersifat Library Research dengan menggunakan bahan-bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku. Sumber data dari penelitian ini adalah buku buku dan tulisan yang membahas tentang konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dan juga Buku yang membahas tentang pendidikan karakter Islami. Metode Analisis data menggunakan kontent analisis. Hasil Penelitian ini memberikan kesimpulan kedua konsep pendidikan tersebut dalam hal pengertian pendidikan mempunyai relevansi yang sangat erat dimana keduanya memaknai pendidikan sebagai upaya membentuk budi pekerti dalam rangka mencapai kesempurnaan hidup manusia. Tujuan pendidikan Ki Hajar Dewantara relevan dengan pendidikan karakter Islami dimana pada intinya menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Prinsip kedua konsep pendidikan tersebut juga mempunyai relevansi yang sangat erat dimana keduanya sama-sama membangun rasa tanggung jawab baik pada diri sendiri, sosial dan alam sekitarnya. Sistem kedua konsep pendidikan tersebut mempunyai relevansi dimana keduanya mendasarkan pendidikan pada nilai-nilai kemanusiaan. Sebenarnya dalam hal metode kedua Konsep pendidikan tersebut sangat relevan hanya dalam penggunaan bahasa yang berbeda akan tetapi mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Sisi perbedaan pendidikan Ki Hadjar Dewantara lebih mengutamakan kebebasan atau kemerdekaan terlebih dahulu dalam membentuk pribadi yang baik. Sedangkan dalam Prinsip pendidikan karakter islami mengutamakan adanya bimbingan tentang hal hal yang baik dan yang buruk dan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya ditinggalkan terlebih dahulu dalam membentuk pribadi atau individu agar mempunyai pribadi yang baik. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Konsep Pendidikan | en_US |
| dc.subject | Relevansi Pendidikan | en_US |
| dc.subject | Pendidikan Karakter | en_US |
| dc.title | Relevansi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan Pendidikan Karakter dalam Islam | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 11913143 |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
Master of Islamic Studies [1687]
