• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pendapat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Tentang Persyaratan Batas Usia Pencalonan Capres dan Cawapres

    Thumbnail
    View/Open
    21410609.pdf (2.013Mb)
    21410609 Bab 1.pdf (411.2Kb)
    21410609 Daftar Pustaka.pdf (137.6Kb)
    Date
    2025
    Author
    Pramaditha, Aydilla Qaureiza
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengatur pengecualian batas usia minimal pencalonan presiden dan wakil presiden telah menimbulkan beragam kritik di kalangan mahasiswa. Putusan ini membuka peluang bagi individu di bawah usia 40 tahun untuk mencalonkan diri apabila pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana pendapat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Angkatan 2021, 2022 dan 2023 terhadap putusan tersebut, dan bagaimana rekomendasi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Angkatan 2021, 2022 dan 2023 terhadap pengaturan persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 Mahasiswa Fakultas Hukum UII angkatan 2021 hingga 2023 yang telah menempuh mata kuliah Hukum Tata Negara dan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengkritisi putusan tersebut karena dinilai membuka celah bagi praktik politik dinasti dan menimbulkan ketidaksetaraan dalam kontestasi politik. Namun, sebagian mahasiswa melihat putusan ini sebagai peluang bagi regenerasi kepemimpinan nasional. Rekomendasi yang diberikan mahasiswa mencakup perlunya pembentukan regulasi yang lebih ketat dan partisipatif dalam mengatur syarat pencalonan, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan di Mahkamah Konstitusi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60597
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV