Show simple item record

dc.contributor.authorUtami, Innayah Hapsari
dc.date.accessioned2026-02-12T04:08:41Z
dc.date.available2026-02-12T04:08:41Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60590
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji mengenai dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah serta mengkaji pemaknaan hakim terhadap status dewasa bagi mempelai pria dalam perkara dispensasi nikah yang diajukan oleh mempelai perempuan di Pengadilan Agama Wonogiri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus (case approach) dan Pendekatan Sosiologis (Socio Legal Research). Bahan hukum yang digunakan ialah bahan hukum primer yang berupa hasil wawancara dengan hakim, dokter dan psikolog. Bahan hukum sekunder mencakup UU Perkawinan, UU Perlindungan Anak, Perma 5/2019, Perbup Wonogiri 78/2021 serta Putusan Pengadilan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hakim memaknai dewasa dengan menilai dari beberapa aspek yang meliputi aspek psikologis, emosional, tanggung jawab serta faktor sosial seseorang. Hakim bukan hanya menilai dari usia seseorang melainkan pemaknaan dewasa bagi hakim dipahami sebagai kesiapan secara menyeluruh untuk memasuki perkawinan. Belum adanya parameter yang baku dalam menilai kedewasaan menyebabkan keputusan hakim dalam memberikan dispensasi cenderung bervariasi dan bergantung pada interpretasi masing-masing hakim terhadap fakta sosial yang muncul di persidangan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemaknaan Hakimen_US
dc.subjectDispensasien_US
dc.subjectDewasaen_US
dc.subjectPengadilan Agamaen_US
dc.titlePemaknaan Dewasa Mempelai Pria Oleh Hakim Sebagai Dasar Dispensasi Nikah yang diajukan Mempelai Perempuan (Studi Kasus Tentang Putusan Pengadilan Agama Wonogiri)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410031


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record