• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Asas Iktikad Baik dan Proporsionalitas dalam Kontrak Elektronik Layanan Pinjaman Dana Online Melalui Shopee Pinjam

    Thumbnail
    View/Open
    21410420.pdf (1.773Mb)
    21410420 Bab 1.pdf (417.0Kb)
    21410420 Daftar Pustaka.pdf (261.5Kb)
    Date
    2025
    Author
    Fachreza, Farrel Reyhan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan layanan pinjaman dana online seperti SPinjam, operasionalnya didasarkan pada kontrak elektronik berbentuk perjanjian baku. Penelitian ini dengan permasalahan yang akan diangkat berupa bagaimana penerapan asas iktikad baik dan bagaimana penerapan asas proporsionalitas dalam kontrak elektronik layanan pinjaman dana online melalui SPinjam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan mengumpulkan data dengan menggunakan penelitian perpustakan, data dianalisis dengan menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kedua asas tersebut belum terlaksana optimal. Asas iktikad baik pra kontrak, pelanggaran subjektif terjadi ketika penerima pinjaman tidak memahami isi perjanjian secara cermat serta memberikan informasi yang tidak valid. PT LDN menunjukkan pelanggaran iktikad baik objektif melalui ketidakterbukaan alasan penolakan pengajuan pinjaman melalui Pasal 3.6. Tahap pelaksanaan kontrak, iktikad baik objektif kembali dilanggar melalui Pasal 3.12 adanya praktik penagihan tidak patut, menyalahi Pasal 104 ayat (1) POJK No. 10/POJK.05/2022, dilanggar juga oleh penerima pinjaman dengan sengaja wanprestasi mengabaikan kewajiban kontraktualnya. Asas proporsionalitas belum terwujud sepenuhnya karena adanya ketidakproporsionalan hak dan kewajiban, yang terlihat pada Pasal 3.14 pemberian kuasa data pribadi yang bersifat permanen, serta Pasal 12.1 dan 8.3 mengenai hak sepihak penyelenggara untuk mengubah dan menghentikan layanan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60589
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV