• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tiktok Sebagai Medium Rekonstruksi Hubungan Harmonis: Analisis Terhadap Konten Masculine And Feminine Energy

    Thumbnail
    View/Open
    21321276.pdf (7.150Mb)
    Date
    2025
    Author
    Firdaus, Salmaa Fida
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    TikTok merupakan salah satu media sosial yang paling populer digunakan di Indonesia, dengan jumlah pengguna sebanyak 126,83 juta orang pada awal tahun 2024. Hadirnya media sosial, terutama TikTok yang memiliki keunikan untuk menciptakan melahirnya banyak tren yang berpengaruh bagi penggunanya, salah satunya tren masculine and feminine energy yang menyoroti aspek maskulin dan feminin dalam diri seseorang. Energi maskulin umumnya ditandai dengan tindakan, ketegasan, dan logika, sedangkan energi feminin dikaitkan dengan intuisi, sifat pengasuhan, dan kecenderungan untuk berkolaborasi. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana konsep hubungan harmonis direkontruksikan dalam tren masculine and feminine energy di TikTok. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi etnografi virtual dengan mengambil sampel dari komentar pada akun yang menggunakan hashtag #masculineandfemininenergy, #masculineenergy, dan #feminineenergy dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan menggunakan QDA Miner dengan mengelompokkan data berdasarkan tiga klasifikasi tema yang telah ditentukan, yaitu binarisasi energi maskulin dan feminin, pengaturan dinamika sosial, dan relasi komunikasi. Berdasarkan tiga klasifikasi yang telah dianalisis, ditemukan bahwa konsep hubungan harmonis tercermin melalui interaksi pengguna yang menunjukkan keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan dalam menanggapi wacana seputar masculine and feminine energy. Namun demikian, ditemukan hambatan berupa perbedaan makna istilah yang memunculkan ketidaksepahaman antar pengguna. Hambatan ini berpengaruh terhadap terciptanya miskomunikasi dan memengaruhi proses pembentukan relasi yang seimbang di ruang digital. Secara keseluruhan, TikTok berperan sebagai ruang baru untuk membangun hubungan harmonis, meski belum sepenuhnya lepas dari tantangan dalam menjaga keseimbangan makna dan pemahaman di antara pengguna.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/60224
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV