Strategi Digital Marketing Oafindo dalam Memperluas Jangkauan Pasar Carica Sumbing Segar sebagai Makanan Khas Daerah Wonosobo
Abstract
Indonesia dikenal memiliki beragam makanan khas daerah yang menjadi identitas
sekaligus daya tarik wisata, salah satunya Wonosobo dengan produk unggulan manisan
carica yang hanya tumbuh di Dataran Tinggi Dieng. Keunikan rasa dan nilai budaya
menjadikan carica berpotensi besar sebagai oleh-oleh khas, namun potensi ini belum
dimanfaatkan optimal karena sebagian besar produsen masih mengandalkan pemasaran
konvensional. Salah satu produsen yang menghadapi kondisi serupa adalah Oafindo, industri
yang berdiri sejak 2013 dengan tujuan memperluas jangkauan pasar agar produknya, Carica
Sumbing Segar, lebih dikenal. Pemasaran awal dilakukan secara konvensional, lalu sejak
2015 beradaptasi dengan digital marketing, hingga periode 2020–2024 strategi digital
semakin berkembang terutama setelah pandemi. Kondisi ini menunjukkan adanya
pergeseran strategi pemasaran dari konvensional menuju digital sebagai upaya
meningkatkan daya saing produk lokal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana strategi digital marketing Oafindo dalam rangka memperluas
jangkauan pasar Carica Sumbing Segar pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah Oafindo menggunakan delapan jenis platform digital
marketing untuk memperluas jangkauan pasarnya, yaitu Website, Search Engine
Optimization (SEO), Google Maps, Social Media Marketing (Instagram, TikTok, Facebook,
YouTube, SnackVideo), Online Advertising, Marketplace (TikTok Shop, Shopee,
Tokopedia, Lazada), Video Marketing, serta WhatsApp Marketing yang pada tahun 2024
lebih berfokus pada Social Media Marketing (Instagram, TikTok) dan Marketplace (TikTok
Shop, Shopee, Tokopedia, Lazada). Strategi digital marketing oleh Oafindo dijalankan
melalui pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan preferensi audiens pada
masing-masing platform. Website digunakan Oafindo untuk menyediakan konten berbasis
tulisan dan gambar melalui artikel informatif terkait produk, update promo, testimoni, serta
fitur pendaftaran agen; pengoptimalan SEO dengan kata kunci yang relevan dengan konten
website dan evaluasi berkala menggunakan Google Analytics dan Google Search Console;
mengunggah konten video pendek secara rutin di media sosial yang disesuaikan dengan tren
di masyarakat; pemanfaatan iklan melalui Facebook Ads di awal berdirinya perusahaan pada
tahun 2015 yang sekarang sudah dialihkan ke promosi secara organik dan affiliate marketing
melalui TikTok; Video Marketing dengan kolaborasi bersama influencer dan portal digital
lokal; penggunaan WhatsApp Marketing dengan memanfaatkan fitur katalog dan keranjang
untuk berinteraksi dan melakukan pemesanan, pembaruan foto dan ulasan secara rutin pada
Google Maps; dan Marketplace untuk mempermudah akses pembelian secara online.
Strategi digital marketing Oafindo didukung oleh konten yang relevan dengan topik
kuliner, wisata, dan oleh-oleh lokal; penggunaan tagline #SegarnyaSerasaPiknik guna
menyampaikan pesan utama yang mudah diingat pelanggan; program loyalitas Kartu
Bahagia; dan penghargaan bagi agen yang mencapai target penjualan. Akan tetapi,
pelaksanaan strategi secara keseluruhan masih terkendala kurangnya konsistensi dan
keterbatasan jumlah talent dalam pembuatan konten, serta ancaman dari kompetitor sejenis
yang juga aktif pada Social Media Marketing serta Marketplace.
Collections
- Communication [1409]
