| dc.description.abstract | Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia telah lama menjadi alat pengendalian
populasi yang berdampak langsung pada perempuan, namun kerap mengesampingkan
agensi mereka. Penelitian ini menganalisis pembentukan subjektivitas perempuan dalam
implementasi program KB di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, dengan
menggunakan pendekatan kritis dan analisis wacana Michel Foucault. Melalui observasi,
wawancara, dan studi dokumen, ditemukan bahwa perempuan bukan sekadar objek
kebijakan, tetapi juga agen aktif yang menanggapi intervensi negara dalam ranah reproduksi.
Subjektivitas mereka dibentuk oleh interaksi antara kekuasaan negara, budaya lokal, dan
praktik sehari-hari. Meski terdapat upaya pemberdayaan, dominasi wacana negara dan
ketimpangan gender tetap menjadi tantangan. Studi ini memperkaya pemahaman tentang
relasi kuasa dalam kebijakan kesehatan reproduksi. | en_US |