Persepsi Mahasiswa PAI UII Angkatan 2021 Terhadap Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Jogja
Abstract
Dalam 3 tahun terakhir, kasus mahasiswa bunuh diri menjadi perhatian
serius, khususnya diwilayah Yogyakarta. Tekanan akademik yang tinggi serta
masalah psikologi menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya tindakan
tersebut. Namun, disisi lain ajaran islam secara tegas melarang tindakan bunuh diri,
sehingga menimbulkan konflik persepsi dikalangan mahasiswa yang memadukan
antara tekanan psikologis dan nilai-nilai ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk
memahami persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam(PAI)
Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2021 terhadap fenomena tersebut.
Fokus utama penelitian ini terdapat dua aspek, yakni tekanan akademik sebagai
faktor psikologis penyebab bunuh diri, serta pengaruh ajaran islam sebagai
pedoman moral yang melarang tegas tindakan bunuh diri. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara
mendalam dengan informan yang tekah ditentukan sesuai kriteria.
Hasil penelitian mengungkap bahwa mahasiswa PAI menyadari besarnya
tekanan akademik yang berpotensi menyebabkan stress berat, namun ajaran islam
menjadi penyangga moral kuat untuk menolak tindakan tersebut. Namun terdapat
beberapa informan yang mengatakan bahwa seseorang dengan tingkat religiusitas
tinggi masih rentan terkena stress apabila belum mampu mengendalikan emosi
yang ada dalam dirinya. Mahasiswa merekomendasikan perlunya pendekatan
preventif berupa dukungan psikologis, penguatan keimanan serta peningkatan
kesadaran pentingnya kesehatan mental dilingkungan kampus. Stigma negatif
terhadap seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental menjadi tantangan
tersendiri untuk proses penyembuhan seseorang yang mengalami gangguan
kesehatan mental. Kesimpulannya adalah integrasi antara pemahaman psikologis
dan nilai-nilai agama merupakan kunci utama dalam pencegahan kasus bunuh diri
dikalangan mahasiswa.
Collections
- Islamic Education [1275]
