Show simple item record

dc.contributor.authorMaulidia, Nurul
dc.date.accessioned2026-01-31T07:32:51Z
dc.date.available2026-01-31T07:32:51Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/60044
dc.description.abstractPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membawa perubahan baru salah satunya pada dunia pendidikan. Pasca pandemi COVID-19 muncul pembelajaran blendend learning, yakni model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring. Model ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter siswa, termasuk karakter religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Akan tetapi, pemanfaatan teknologi yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat agar dapat menyeimbangkan pemanfaat teknologi dengan nilai-nilai keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kontribusi guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa pada model pembelajaran Blended Learning dan mengetahui berbagai faktor pendorong serta penghambat yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter religius di SD IT Darul Hikmah Pakem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian pada penelitian ini yaitu siswa SD IT Darul Hikmah Pakem. Teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi blended learning pada pembelajaran PAI di SD IT Darul Hikmah Pakem memiliki 3 poin penting. Diantaranya yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor yang menjadi pendorong dalam pembentukan karakter religius siswa meliputi dukungan teknologi, seperti ketersediaan fasilitas Wifi dan media pembelajaran menarik. Selain itu, kegiatan religius di sekolah, seperti kultum, hafalan, dan shalat berjamaah menjadi elemen penting dalam menumbuhkan ketaqwaan siswa. Adapun faktor penghambat yang muncul adalah keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, kurangnya perhatian orang tua terhadap pembelajaran siswa, dan lingkungan sekitar sekolah mayoritas non-Muslim sehingga mempengaruhi penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectImplementasi Blended Learningen_US
dc.subjectPembelajaran PAIen_US
dc.subjectKarakter Religiusen_US
dc.subjectSiswaen_US
dc.titleImplementasi Blended Learning Pada Pembelajaran PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di SD IT Darul Hikmah Pakemen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21422070


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record