Persepsi Mahasiswa Yogyakarta terhadap Representasi Citra Perempuan pada Konten Selebgram Berhijab
Abstract
Kemajuan media sosial telah memberikan dampak signifikan terhadap cara perempuan berhijab
dalam membentuk citra diri mereka, khususnya melalui tren fashion yang dipromosikan oleh
para selebgram. Sebagai figur publik di ranah digital, selebgram berhijab tidak hanya
memengaruhi perkembangan gaya berpakaian, tetapi juga memainkan peran penting dalam
membentuk persepsi masyarakat tentang identitas perempuan berhijab yang modern, percaya
diri, dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap citra perempuan pada konten fashion hijab yang
ditampilkan oleh selebgram Ansellmaputri, Sashfir, dan Dara Arafah di Instagram. Berbasis
pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh
informan perempuan berhijab berusia 18-25 tahun yang mengikuti akun Ansellmaputri, Sashfir,
dan Dara Arafah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap citra
perempuan dalam konten fashion hijab selebgram terbentuk melalui proses sensasi, atensi, dan
interpretasi. Mahasiswa merespons perbedaan visual tiap selebgram: Ansellmaputri dengan
warna cerah dan kasual, Sashfir dengan tone formal, serta Dara Arafah yang memadukan gaya
syar’i dan sporty. Persepsi dipengaruhi oleh faktor internal (minat, pengalaman) dan eksternal
(gaya konten). Umumnya, mahasiswa memberi respons positif terhadap konten yang terasa
relatable dan praktis, serta memandang hijab sebagai sarana ekspresi diri yang modern.
Collections
- Communication [1409]
