• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Persepsi Penonton Terhadap Isu Patriarki dalam Film Bumi Manusia

    Thumbnail
    View/Open
    21321015.pdf (5.353Mb)
    Date
    2025
    Author
    Adnan, Dicky Faisal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Film memiliki kekuatan signifikan dalam membentuk opini dan merefleksikan realitas sosial, termasuk isu gender. Isu gender dalam hal ini terkait dengan patriarki. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi penonton terhadap isu patriarki dalam film Bumi Manusia. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan berusia 18-25 tahun, dengan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang telah menonton film tersebut dan memahami konsep patriarki. Hasil penelitian mengidentifikasi enam praktik patriarki dalam film Bumi Manusia, yang terbagi menjadi dua jenis privat dan publik. Praktik patriarki privat meliputi (1) penjualan Nyai Ontosoroh oleh ayahnya (2) kekerasan seksual oleh Robert terhadap Annelies. Sementara itu, praktik patriarki publik mencakup (1) pertanyaan Nyai Ontosoroh kepada hakim sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas patriarkal, (2) penindasan sosial yang membatasi peran dan kebebasan Nyai Ontosoroh di masyarakat, (3) pembatasan hak Nyai Ontosoroh sebagai diskriminasi struktural patriarki, dan (4) ketidakmampuan Annelies mengendalikan pernikahannya. Terbentuk melalui tahapan sensasi dimana audiens merasakan atmosfer ketidakadilan dan penindasan yang dialami tokoh perempuan. Tahap atensi menunjukkan audiens mencermati bagaimana perempuan dijadikan objek transaksi serta ketidakadilan sistem hukum yang bias terhadap laki-laki. Interpretasi audiens menyimpulkan bahwa tokoh perempuan diperlakukan sebagai properti, tubuh perempuan menjadi sasaran dominasi, dan otonomi mereka dirampas oleh hukum, keluarga, serta masyarakat. Film ini menjembatani fiksi dengan realitas patriarki, mendorong refleksi mendalam, dan berfungsi sebagai medium edukasi serta advokasi kesetaraan gender.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59843
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV