| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji fenomena fashion streetwear lokal di Indonesia, khususnya di Yogyakarta,
sebagai arena pertarungan budaya populer dan subkultur. Dengan fokus pada bagaimana individu
menggunakan merek streetwear lokal untuk mengekspresikan identitas dan berkomunikasi dalam
konteks budaya urban, penelitian ini menelusuri hubungan antara ekspresi diri, nilai budaya, dan
pengaruh globalisasi. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui
wawancara mendalam dan observasi pada pelaku dan komunitas streetwear. Hasil kajian
menunjukkan bahwa streetwear bukan hanya sebagai mode busana, melainkan sebagai konstruksi
simbolik komunikasi yang mencerminkan resistensi dan adaptasi budaya.Brand lokal streetwear
berperan sebagai medium dialog antara budaya populer yang komersial dengan subkultur yang
kritis dan ekspresif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman identitas budaya urban
serta pengembangan industri kreatif berbasis streetwear di Indonesia. | en_US |