Determinan Niat Melakukan Whistleblowing pada Pemerintah Desa (Studi pada pemerintah desa di Provinsi Jawa Timur)
Abstract
Masalah yang dihadapi Indonesia sejak pelaksanaan program anggaran dana desa pada
tahun 2015 adalah munculnya korupsi pada dana desa. Tren korupsi ini terus meningkat
tiap tahunnya, hingga tahun 2023 Provinsi Jawa Timur menempati peringkat tertinggi
kasus korupsi dana desa, namun juga menempati peringkat ketiga tertinggi dalam
melaporkan kasus korupsi. Skema whistleblowing memiliki dampak yang besar dalam
mengungkapkan korupsi. Oleh karena itu perlu untuk memberdayakan para
whistleblower dengan memperhatikan niat whistleblowing untuk melawan korupsi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penyebaran kuesioner
di pemerintah desa wilayah Jawa Timur. Pengujian penelitian ini menggunakan analisis
regresi linier berganda. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor komitmen
profesional dan komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap niat
whistleblowing. Sementara variabel lainnya tidak berpengaruh terhadap niat
whistleblowing.
Collections
- Master of Accountancy [314]
