Show simple item record

dc.contributor.authorJana, Sofi
dc.date.accessioned2026-01-26T07:41:14Z
dc.date.available2026-01-26T07:41:14Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59777
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku individu yang melakukan publikasi identitas anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) di media sosial, serta menilai sejauh mana ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) telah memadai dalam memberikan perlindungan terhadap identitas anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa Undang- Undang, serta bahan hukum sekunder dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tindakan publikasi identitas ABH oleh pelaku individu SPPA, meskipun pelaksanaanya seringkali belum efektif karena keterbatasan penegakan hukum dan rendahnya kesadaran masayrakat akan norma hukum tersebut. Setelah itu, UU SPPA secara normatif telah membuat larangan publikasi identitas dan sanksi pidana yang cukup, namun belum mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap identitas anak di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIdentitas Anaken_US
dc.subjectPertanggungjawaban Pidanaen_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.subjectUU SPPAen_US
dc.subjectPerlindungan Hukumen_US
dc.subjectPublikasien_US
dc.titlePertanggungjawaban Pidana Terdahap Publikasi Identitas Anak yang Berhadapan dengan Hukum Oleh Individu Dalam Media Sosialen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410499


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record