Show simple item record

dc.contributor.authorHumaira, Nabila Salma
dc.date.accessioned2026-01-26T04:44:10Z
dc.date.available2026-01-26T04:44:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/59755
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan komunikasi bisnis lintas budaya yang dihadapi industri kerajinan gerabah di era globalisasi, khususnya pada dua perusahaan di Bantul, yaitu Nash&Co dan Mudiyar Keramik. Keduanya telah berhasil menembus pasar internasional, namun menghadapi hambatan seperti perbedaan bahasa, nilai-nilai budaya, serta literasi digital yang masih terbatas dalam menjalankan komunikasi bisnis lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi komunikasi bisnis lintas budaya yang diterapkan oleh kedua perusahaan tersebut dalam upaya meningkatkan daya saing global. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala komunikasi lintas budaya yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan triangulasi data. Sumber data diperoleh dari pemilik dan karyawan kedua perusahaan, serta didukung oleh literatur pendukung. Triangulasi data dilakukan dengan melibatkan akademisi yang ahli dalam bidang komunikasi pariwisata untuk memperkuat validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nash&Co dan Mudiyar Keramik telah menerapkan berbagai strategi komunikasi lintas budaya, antara lain peningkatan kemampuan komunikasi melalui pengalaman langsung, adaptasi gaya komunikasi verbal dan nonverbal sesuai budaya pasar tujuan, pemanfaatan media sosial dan website berbahasa inggris, serta peningkatan pelayanan berbasis pemahaman terhadap budaya pelanggan. Nash&Co secara aktif mengembangkan pendekatan visual branding untuk menarik pasar global, sementara Mudiyar Keramik lebih mengandalkan peran agen sebagai perantara utama dalam menjalin komunikasi dengan klien internasional. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan perbedaan persepsi budaya, strategi adaptif dan inovatif yang diterapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di pasar globalen_US
dc.subjectStrategi Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Untuk Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Gerabah Di Bantul (Studi Kasus Nash&co Dan Mudiar Keramik)en_US
dc.titleStrategi Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Untuk Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Gerabah Di Bantulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321266


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record