Show simple item record

dc.contributor.authorFirdauz, Muhammad Rizal
dc.date.accessioned2026-01-21T06:29:43Z
dc.date.available2026-01-21T06:29:43Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59664
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan pelaku promosi judi online di media sosial serta mengevaluasi faktor kendala yang dihadapi penegak hukum dalam merespon masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden di wilayah Indonesia, sementara data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, yaitu UUD 1945, UU ITE No. 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dengan UU No. 1 Tahun 2024, Pasal 303 KUHP dan Pasal 426 KUHP Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku promosi judi online memanfaatkan platform media sosial dengan berbagai modus operandi seperti penggunaan istilah alternatif, manipulasi konten, dan eksploitasi data pribadi calon pengguna. Di sisi lain, penegakan hukum menghadapi berbagai kendala termasuk keterbatasan teknis, birokrasi yang panjang, serta rendahnya kesadaran hukum digital masyarakat. Sebagai solusi, diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan integratif, termasuk penerapan prinsip restorative justice untuk menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPromosi Judi Onlineen_US
dc.subjectMedia Sosialen_US
dc.subjectPenegakan Hukumen_US
dc.subjectModus Operandien_US
dc.titleModus Operandi dan Faktor Kendala Penegakan Hukum dalam Promosi Judi Online di Media Sosialen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410097


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record