• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penegakan Hukum Oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Terhadap Peredaran Kosmetik Impor Ilegal di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus Produk Kosmetik Lameila Dan SVMY)

    Thumbnail
    View/Open
    21410814.pdf (3.588Mb)
    21410814 Bab 1.pdf (631.0Kb)
    21410814 Daftar Pustaka.pdf (308.5Kb)
    Date
    2025
    Author
    Indriyani, Fitri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peredaran kosmetik impor ilegal menjadi tantangan serius dalam perlindungan konsumen dan kepastian hukum. Penelitian ini mengkaji penegakan hukum oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) terhadap peredaran kosmetik impor ilegal di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan studi kasus pada produk kosmetik Lameila dan SVMY. Rumusan masalah penelitian adalah: (1) Bagaimana bentuk penegakan hukum yang dilakukan oleh BPOM terhadap peredaran kosmetik impor ilegal? (2) Kendala apa saja yang dihadapi BPOM dalam menegakkan hukum terhadap peredaran kosmetik impor ilegal?. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pihak BBPOM DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dilakukan BPOM melalui penerapan sanksi administratif, seperti peringatan tertulis, penarikan, pemusnahan produk, penghentian kegiatan, pencabutan izin/notifikasi, serta pengumuman kepada publik. Namun, dalam prakteknya, sanksi yang lebih dominan diterapkan adalah peringatan tertulis disertai anjuran pemusnahan produk secara mandiri di bawah pengawasan BPOM. Di sisi lain, mekanisme pengawasan pre-market dan post-market berperan penting dalam mencegah beredarnya kosmetik ilegal sebelum dan sesudah berada di pasaran. Penelitian ini juga menemukan bahwa BPOM menghadapi kendala berupa keterbatasan pengawasan digital, rendahnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Kesimpulannya, meskipun regulasi telah memadai, efektivitas penegakan hukum masih terhambat oleh faktor teknis dan sosial, sehingga diperlukan penguatan instrumen pengawasan dan optimalisasi penerapan sanksi agar memberikan efek jera.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59380
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV