• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Recurrent Neural Network (RNN) dalam Memprediksi Pengangkutan Limbah (Studi Kasus : Limbah Bottom Ash di Perusahaan X Tahun 2021 - 2023)

    Thumbnail
    View/Open
    20611160.pdf (4.591Mb)
    Date
    2025
    Author
    Savira, Dhitra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan industri PLTU pasca pandemi COVID-19 telah mendorong peningkatan signifikan dalam konsumsi energi. PLTU masih sangat bergantung pada batubara sebagai sumber energi utama. Proses pembakaran batubara menghasilkan residu padat berupa Bottom Ash, yang tonasenya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tonase pengangkutan Bottom Ash pada periode 2021 hingga 2023 guna mendukung perencanaan logistik dan pengelolaan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Recurrent Neural Network (RNN), yang dikenal efektif dalam menganalisis data deret waktu (time series). Data historis Bottom Ash yang digunakan telah melalui proses normalisasi, dan model diuji dengan berbagai kombinasi parameter, termasuk fungsi aktivasi, metode optimasi, jumlah epoch, dan learning rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode optimasi Stochastic Gradient Descent (SGD) memberikan hasil prediksi terbaik dibandingkan metode lain seperti AdaGrad. Fungsi aktivasi Tanh menunjukkan kinerja paling stabil dan akurat pada data pengujian, sementara Gompertz unggul pada data pelatihan dan Logistik menghasilkan performa terendah. Jumlah epoch optimal berada pada angka 750, menghasilkan kesalahan prediksi terendah, sedangkan jumlah epoch yang terlalu sedikit menyebabkan underfitting. Selain itu, learning rate sebesar 0.2 terbukti memberikan performa terbaik dengan nilai SMAPE dan RMSE terendah, sedangkan learning rate sebesar 0.9 menunjukkan hasil prediksi terburuk karena ketidakstabilan dalam proses pembelajaran.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59242
    Collections
    • Statistics [1327]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV