Show simple item record

dc.contributor.authorMarvadewi, Archietya Nurhaliza
dc.date.accessioned2025-12-22T04:23:13Z
dc.date.available2025-12-22T04:23:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59241
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan dan juga untuk mengetahui kendala dalam pemberian hak pendidikan yang diterapkan oleh Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) DIY. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu empiris melalui observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data per Juni 2025, dari 46 anak binaan yang terlibat pendidikan di BPRSR DIY, 8 anak (17%) berada di jenjang SMP, 4 anak (9%) di jenjang SMA, 13 anak (28%) di jenjang SMK, dan 2 anak (4%) mengikuti program Paket C. Sementara itu, 19 anak (41%) tidak memiliki akses pendidikan sama sekali. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan hak pendidikan, di mana hampir setengah dari anak binaan belum terintegrasi dalam sistem pendidikan apa pun. Meskipun BPRSR telah menyediakan jalur pendidikan formal dan nonformal serta pelatihan keterampilan, pelaksanaannya masih dibawah standar yang diatur Permendikbudristek No. 15 Tahun 2018 (minimal 24 jam tatap muka per minggu). Kehadiran guru dari sekolah mitra masih sangat terbatas, sebagian besar pembelajaran disampaikan melalui platform daring (Google Classroom, WhatsApp), dan sarana-prasarana pendukung seperti komputer dan perpustakaan masih sangat minim.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH)en_US
dc.subjectAnak Binaanen_US
dc.subjectHak Pendidikanen_US
dc.titlePemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak Binaan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410470


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record