Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak Binaan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemenuhan hak
pendidikan bagi anak binaan dan juga untuk mengetahui kendala dalam pemberian
hak pendidikan yang diterapkan oleh Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial
Remaja (BPRSR) DIY. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu empiris
melalui observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa berdasarkan data per Juni 2025, dari 46 anak binaan yang
terlibat pendidikan di BPRSR DIY, 8 anak (17%) berada di jenjang SMP, 4 anak
(9%) di jenjang SMA, 13 anak (28%) di jenjang SMK, dan 2 anak (4%) mengikuti
program Paket C. Sementara itu, 19 anak (41%) tidak memiliki akses pendidikan
sama sekali. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan hak pendidikan, di
mana hampir setengah dari anak binaan belum terintegrasi dalam sistem
pendidikan apa pun. Meskipun BPRSR telah menyediakan jalur pendidikan
formal dan nonformal serta pelatihan keterampilan, pelaksanaannya masih
dibawah standar yang diatur Permendikbudristek No. 15 Tahun 2018 (minimal 24
jam tatap muka per minggu). Kehadiran guru dari sekolah mitra masih sangat
terbatas, sebagian besar pembelajaran disampaikan melalui platform daring
(Google Classroom, WhatsApp), dan sarana-prasarana pendukung seperti
komputer dan perpustakaan masih sangat minim.
Collections
- Law [3375]
