• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Peredaran Minuman Beralkohol Tanpa Izin di Kota Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21410457.pdf (1.165Mb)
    21410457 Bab 1.pdf (357.0Kb)
    21410457 Daftar Pustaka.pdf (247.4Kb)
    Date
    2025
    Author
    Warapsari, Adelia Ratu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol tanpa izin di Kota Yogyakarta dan menganalisis hambatan penegakan hukumnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan sosiologis. Data penelitian dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dengan aparat penegak hukum yaitu Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa penegakan hukum terhadap peredaran minuman beralkohol tanpa izin di Kota Yogyakarta dilakukan dengan upaya pre- emtif, upaya preventif, dan upaya represif. Upaya pre-emtif dilakukan dalam bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah potensi pelanggaran. Selanjutnya, upaya preventif bertujuan mengurangi peluang terjadinya tindak pidana melalui patroli dan pengawasan. Jika kedua upaya tersebut tidak berhasil, maka dilakukan upaya represif berupa penindakan hukum seperti penggeledahan, penyitaan, penutupan dan penyegelan tempat usaha, serta penangkapan pelaku yang kemudian diproses ke pengadilan. Namun, dalam pelaksanaannya, penegakan hukum ini masih menemui sejumlah hambatan. Hambatan tersebut meliputi keberlakuan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 1953 yang sudah sangat lama, kurangnya jadwal patroli serta kebocoran informasi, keterbatasan jumlah personel dan anggaran, serta minimnya kesadaran hukum masyarakat. Selain itu, keberagaman budaya akibat banyaknya pendatang dan penggunaan media sosial sebagai sarana penjualan ilegal juga menyulitkan aparat dalam pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi, peningkatan sinergi antar lembaga, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung penegakan hukum secara optimal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59214
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV