Musik dan Fear Of Missing Out di Kalangan Generasi Z (Studi Etnografi Pada Konser Hindia)
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena Fear of Missing Out (FoMO) di kalangan Generasi Z
dalam konteks konser musik Hindia. FoMO dipahami sebagai kecemasan akan tertinggal
dari pengalaman sosial yang dianggap penting, terutama dalam budaya digital yang
menekankan eksistensi dan keterhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana fenomena Fear of Missing Out (FoMO) mendorong keterlibatan Generasi Z
dalam konser musik Hindia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif
etnografi, data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap
lima informan di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO mendorong
keterlibatan Generasi Z dalam konser Hindia melalui tiga aspek utama. Pertama, dari sisi
kompetensi, kehadiran di konser dipandang sebagai cara Generasi Z untuk tampil trendi,
gaul, dan memperoleh pengakuan sosial, sehingga dorongan menghadiri konser Hindia
didasari oleh kebutuhan validasi serta kecemasan tertinggal dari lingkaran pertemanan.
Kedua, pada aspek otonomi, meskipun sebagian individu memilih untuk tidak hadir secara
langsung, mereka tetap berupaya menjaga keterhubungan melalui strategi alternatif seperti
meminta dokumentasi konser Hindia kepada teman yang haidr atau di fanbase Hindia agar
tidak kehilangan pengalaman kolektif. Keterlibatan Generasi Z dalam konser Hindia
diperkuat oleh keterikatan sosial, media sosial sebagai pemicu awal munculnya FoMO,
namun rasa tersebut semakin menguat ketika ajakan disambut oleh teman atau komunitas.
Collections
- Communication [1409]
