Show simple item record

dc.contributor.authorSolikha, Nurhidayati
dc.date.accessioned2025-12-17T05:54:13Z
dc.date.available2025-12-17T05:54:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59131
dc.description.abstractBriket merupakan produk pengganti minyak bumi dan energi lain yang berasal dari fosil. Briket ampas kopi “Oerip Sae” menjadi alternatif energi yang bisa dimanfaatkan dimasa mendatang. Pada awal juli 2023 penulis melakukan survei kecil ke salah satu coffee shop dan menghasilkan 15kg ampas kopi setiap bulannya. Menurut Rahadi Sapta Abra, Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan coffee shop terpadat di Indonesia, tercatat ada 3000 kedai kopi yang tersebar di seluruh DIY. Info ini disampaikan oleh Rahadi Sapta Abra selaku Ketua Panitia Jogja Coffee Week 2022 (Pandangan Jogja Com, 2022). Jadi jika setiap coffee shop menghasilkan 10kg setiap bulannya maka akan ada 30.000kg ampas kopi yang terkumpul setiap bulannya di DIY. Perintisan bisnis ini selain bertujuan meminimalisir pembuangan limbah ampas kopi yang berdampak buruk pada lingkungan juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian lokal. Metode perintisan bisnis ini mencakup identifikasi masalah, analisis pasar dan juga pemecahan masalah. Proses produksi mencakup manajemen bahan baku, proses pembuatan dan pengujian, serta pemilihan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan. Tantangan utama adalah pada proses produksi dimana penulis dan tim belum memiliki tempat produksi dan alat yang memadai sehingga untuk saat ini hanya bisa memproduksi dalam skala kecil. Dibeberapa coffee shop bahan baku ampas kopi masih bisa di dapat secara gratis sehingga bisa meminimalisir biaya produksi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerintisan Bisnisen_US
dc.subjectOerip Saeen_US
dc.subjectProduksien_US
dc.titlePengembangan Limbah Ampas Kopi Menjadi Briket (Oerip Sae)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19423148


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record