Analisis Stakeholder Dalam Program CSR “Injourney Hospitality House” Oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko (TWC)
Abstract
Kegiatan CSR dalam perusahaan merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai
bentuk komitmen perusahaan untuk berperilaku etis serta berkontribusi dalam
pembangunan ekonomi sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup
masyarakat luas. Salah satu bentuk nyata kontribusi PT TWC kepada masyarakat,
komunitas, pelaku wisata dan pegiat UMKM diwujudkan melalui program CSR IHH.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program CSR
IHH oleh PT TWC dan menganalisis stakeholder dalam program CSR IHH yang
dilakukan oleh PT TWC. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa
observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa implementasi program CSR IHH yang
dilakukan oleh PT TWC berupa pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan mengenai
hospitality untuk masyarakat sekitar wilayah operasional wisata. Dalam
implementasinya program CSR IHH melalui 4 tahapan, perencanaan berupa riset untuk
perancangan, pelaksanaan kegiatan pelatihan mengenai hospitality, evaluasi internal
dan eksternal dan laporan kegiatan, bulanan dan tahunan. Program CSR IHH ini
dilakukan berbasis masyarakat, berbasis sumber daya setempat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan program CSR IHH terdapat peran penting stakeholder yang di analisis
melalui analisis stakeholder matriks power-interest, (1)UMKM, Pelaku Wisata sebagai
kategori minimal Effort, (2)Bumdes, Pokdarwis, Komunitas Wisata, Pelaksana
Lapangan dan Vendor sebagai kategori keep informed, (3)Dinas Pariwisata dan Local
Hero sebagai kategori keep satisfied, dan (4) PT Aviasi Pariwisata Indonesia, PT
Angkasa Pura I dan Pemerintah desa sebagai key player dalam program CSR IHH.
Selain itu, peran stakheloder program CSR IHH diklasifikasikan dalam 5 peran, yaitu
(1)PT Aviasi Pariwisata Indonesia dan PT Angkasa Pura I sebagai policy creator,
(2)Pemerintah Desa, Bumdes, Pokdarwis sebagai koordinator, (3)Vendor sebagai
fasilitator, (4)Pelaksana Lapangan dan Local Hero sebagai Implementor, (5)Komunitas
Wisata, UMKM, Pelaku Wisata dan Dinas Pariwisata sebagai Akselerator.
Collections
- Communication [1409]
