Show simple item record

dc.contributor.authorWulandari, Suci Tri
dc.date.accessioned2025-12-16T02:21:50Z
dc.date.available2025-12-16T02:21:50Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59099
dc.description.abstractDi era pemasaran digital yang semakin berkembang, ternyata personal selling masih penting dalam pemasaran. Dalam personal selling, pedagang harus mengetahui prinsip-prinsip seperti profesionalisme, keterampilan negosiasi, dan upaya untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Dalam upaya meningkatkan efektivitas penjualan PT.Tumbakmas Niagasakti menerapkan metode personal selling, yaitu metode penjualan yang melibatkan interaksi langsung antara penjual dan calon konsumen, sehingga memungkinkan terciptanya pendekatan yang lebih personal dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pelanggan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji implementasi konsep personal selling melalui teori marketing AIDA dalam struktur tim penjualan di PT. Tumbakmas Niagasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara kepada pihak – pihak yang berkaitan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa PT.Tumbakmas Niagasakti menggunakan pendekatan personal selling, yaitu Sales Oriented Approach pendekatan yang berfokus pada penjualan langsung, kuantitas penjualan dan pencapaian target penjualan. Pendekatan ini diterapkan melalui tiga posisi utama dalam tim penjualan, yaitu ada Sales Canvasser, tenaga penjual yang bertugas mencari pelanggan baru, terutama yang belum pernah melakukan pembelian sebelumnya. Peran mereka sangat penting dalam memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada toko-toko atau outlet baru. Contohnya seperti, seorang Sales Canvasser mendatangi toko ritel atau grosir baru yang belum menjadi pelanggan, untuk memperkenalkan produk PT.Tumbakmas Niagasakti dan memberikan penawaran khusus agar produk dapat masuk ke etalase mereka. Lalu Sales Taking Order tenaga penjual yang berperan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan lama atau pelanggan tetap. Mereka bekerja berdasarkan daftar pelanggan yang sudah ada, dan secara rutin melakukan kunjungan ke agen, toko, atau distributor yang telah menjadi mitra tetap. Tugas mereka adalah mengecek kebutuhan stok, mencatat jumlah barang yang dibutuhkan, dan membantu proses pemesanan agar barang dapat dikirimkan sesuai waktu yang dibutuhkan. Misalnya, setiap minggu mereka datang ke pelanggan tetap untuk memastikan stok tidak kosong dan memproses pesanan dengan cepat dan akurat. Berikut nya Sales Promotion Girl (SPG), berperan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen langsung di tempat penjualan. SPG biasanya ditempatkan di pusat perbelanjaan, supermarket, atau event promosi untuk melakukan promosi tatap muka kepada konsumen akhir. Mereka bertugas menarik perhatian pembeli dengan cara yang persuasif, memberikan informasi detail tentang produk, menunjukkan cara penggunaan, serta memberikan demonstrasi langsung. Contohnya seperti, SPG akan berdiri di dekat rak produk di supermarket, menyapa konsumen yang lewat, dan menjelaskan manfaat produk sambil memberikan brosur atau tester agar konsumen tertarik untuk membeli saat itu juga.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStrategi Komunikasi Pemasaranen_US
dc.subjectPersonal Sellingen_US
dc.titleStrategi Komunikasi Pemasaran Melalui Personal Selling pada Produk “SASA” oleh PT.Tumbakmas Niaga Saktien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321291


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record