| dc.description.abstract | Di era pemasaran digital yang semakin berkembang, ternyata personal selling masih penting
dalam pemasaran. Dalam personal selling, pedagang harus mengetahui prinsip-prinsip seperti
profesionalisme, keterampilan negosiasi, dan upaya untuk membangun hubungan dengan
pelanggan. Dalam upaya meningkatkan efektivitas penjualan PT.Tumbakmas Niagasakti
menerapkan metode personal selling, yaitu metode penjualan yang melibatkan interaksi langsung
antara penjual dan calon konsumen, sehingga memungkinkan terciptanya pendekatan yang lebih
personal dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pelanggan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji implementasi konsep personal selling melalui teori
marketing AIDA dalam struktur tim penjualan di PT. Tumbakmas Niagasakti. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi
langsung dan wawancara kepada pihak – pihak yang berkaitan.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa PT.Tumbakmas Niagasakti menggunakan pendekatan
personal selling, yaitu Sales Oriented Approach pendekatan yang berfokus pada penjualan
langsung, kuantitas penjualan dan pencapaian target penjualan. Pendekatan ini diterapkan melalui
tiga posisi utama dalam tim penjualan, yaitu ada Sales Canvasser, tenaga penjual yang bertugas
mencari pelanggan baru, terutama yang belum pernah melakukan pembelian sebelumnya. Peran
mereka sangat penting dalam memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada toko-toko
atau outlet baru. Contohnya seperti, seorang Sales Canvasser mendatangi toko ritel atau grosir
baru yang belum menjadi pelanggan, untuk memperkenalkan produk PT.Tumbakmas Niagasakti
dan memberikan penawaran khusus agar produk dapat masuk ke etalase mereka. Lalu Sales Taking
Order tenaga penjual yang berperan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan lama atau
pelanggan tetap. Mereka bekerja berdasarkan daftar pelanggan yang sudah ada, dan secara rutin
melakukan kunjungan ke agen, toko, atau distributor yang telah menjadi mitra tetap. Tugas mereka
adalah mengecek kebutuhan stok, mencatat jumlah barang yang dibutuhkan, dan membantu proses
pemesanan agar barang dapat dikirimkan sesuai waktu yang dibutuhkan. Misalnya, setiap minggu
mereka datang ke pelanggan tetap untuk memastikan stok tidak kosong dan memproses pesanan
dengan cepat dan akurat. Berikut nya Sales Promotion Girl (SPG), berperan dalam memengaruhi
keputusan pembelian konsumen langsung di tempat penjualan. SPG biasanya ditempatkan di pusat
perbelanjaan, supermarket, atau event promosi untuk melakukan promosi tatap muka kepada
konsumen akhir. Mereka bertugas menarik perhatian pembeli dengan cara yang persuasif,
memberikan informasi detail tentang produk, menunjukkan cara penggunaan, serta memberikan
demonstrasi langsung. Contohnya seperti, SPG akan berdiri di dekat rak produk di supermarket,
menyapa konsumen yang lewat, dan menjelaskan manfaat produk sambil memberikan brosur atau
tester agar konsumen tertarik untuk membeli saat itu juga. | en_US |