Show simple item record

dc.contributor.authorMihotri, Riski
dc.date.accessioned2025-12-02T03:34:38Z
dc.date.available2025-12-02T03:34:38Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58912
dc.description.abstractDalam perkembangannya bahaya narkotika selalu bertumbuh sejalan dengan bertambahnya waktu. Hal ini berbanding lurus dengan peraturan- peraturan terkait narkotika tersebut yang juga selalu berkembang, entah itu revisi suatu aturan maupun pembentukan peraturan baru guna menyeimbangi dampak buruk narkotika tersebut. Walaupun demikian selalu ada beberapa celah yang dimanfaatkan dalam artian negatif bagi pihak yang berkepentingan, entah untuk melepaskan diri dari jerat hukum, pengurangan hukuman, maupun bisa jadi murni kesalahan tafsir dalam penerapan hukum itu. Pasal-pasal terkait juga memungkinkan multitafsir yang dapat disalahgunakan. Salah satunya bisa terlihat dalam putusan di PN Sleman, dimana hakim menggunakan Pasal 127 Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika untuk memidana terdakwa. Sedangkan duduk perkaranya, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan, menurut penulis pasal yang lebih tepat untuk digunakan adalah Pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNarkotikaen_US
dc.subjectPeraturanen_US
dc.subjectPutusanen_US
dc.titleAnalisis Yuridis Penerapan Pasal 127 UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (Studi Putusan Pengadilan Negeri Sleman No.99/Pidsus/Pn.Smn)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18410337


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record