Vlog Sebagai Media Self-disclosure Generasi Z Pada Akun Kedua di Media Sosial Instagram
Abstract
Fenomena akun kedua di Instagram seringkali digunakan oleh generasi Z sebagai ruang
digital yang terbatas hanya pada orang-orang terdekat, memberikan ruang bagi penggunanya
untuk lebih bebas dalam mengekspresikan diri, salah satunya adalah melalui konten vlog
(video blog) yang dapat menampilkan ekspresi wajah, intonasi suara, hingga gestur tubuh
secara bersamaan. Hal ini mendorong pengguna untuk dapat mengekspresikan diri secara
lebih terbuka dan mendalam. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui
bagaimana self-disclosure yang dilakukan oleh generasi Z melalui vlog yang diunggah pada
akun kedua di media sosial Instagram. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap lima informan dari
kalangan generasi Z, yang berada dalam rentang usia 13 sampai dengan 28 tahun. Merujuk
pada teori Johari Window, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh informan berada
pada area terbuka yang cukup luas apabila dibandingkan dengan ketiga area lainnya.
Karakteristik akun kedua dan vlog berkontribusi dalam memperluas area terbuka tersebut.
Namun, bentuk keterbukaan yang ditunjukkan oleh masing-masing informan tentunya
bervariasi sehingga digunakan lima aspek dimensi self-disclosure untuk menganalisis sejauh
mana area terbuka tersebut meluas. Dari kelima aspek, ditemukan bahwa aspek tujuan dan
maksud, ukuran atau jumlah, serta keintiman merupakan aspek yang paling menonjol.
Sementara itu, aspek lainnya seperti valensi serta kecermatan dan kejujuran, seluruh
informan menunjukkan kecenderungan yang relatif serupa.
Collections
- Communication [1409]
