Fenomena Call Out Culture dalam TikTok
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena call out culture dalam media
sosial TikTok dengan menyoroti variasi tema yang muncul serta bagaimana praktik tersebut
direpresentasikan dalam platform digital tersebut. Fenomena call out marak disebabkan
kasus-kasus kontroversi konten kreator di media sosial terlebih dalam hal ini TikTok.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, yang
memungkinkan peneliti mengamati secara langsung dinamika interaksi sosial pengguna
TikTok terkait fenomena call out. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap sepuluh
sampel video TikTok yang memuat konten kontroversial, beserta komentar, video klarifikasi,
serta respons dari audiens seperti duet, stitch, dan penggunaan audio asli. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa call out culture dalam TikTok muncul dalam berbagai bentuk dan tema,
mulai dari pembelaan terhadap kelompok profesi, kritik terhadap tindakan tidak etis, hingga
tuntutan klarifikasi dari publik. Fenomena ini menjadi wujud solidaritas digital dan bentuk
partisipasi sosial yang bertujuan untuk menegakkan norma dan etika dalam komunitas
daring. TikTok, sebagai platform dengan fitur-fitur interaktif dan algoritma personalisasi,
memfasilitasi terjadinya call out secara masif dan cepat. Dengan demikian, call out culture
di TikTok dapat dipahami bukan hanya sebagai tindakan koreksi publik, tetapi juga sebagai
cerminan dari dinamika sosial dan kesadaran kolektif pengguna dalam ruang digital.
Collections
- Communication [1409]
