| dc.description.abstract | Konflik antara Israel dan Palestina telah menjadi isu utama di dunia internasional
selama beberapa dekade dan terus berlanjut. Penelitian ini menganalisis efek boikot
produk Israel di marketplace terhadap penerimaan dan pemaknaan media oleh pengguna,
di tengah konflik Israel-Palestina yang terus berlanjut. Menggunakan metode kualitatif
dengan wawancara mendalam, observasi digital, dan teori 'Parameters of Media
Engagement', penelitian ini menemukan bahwa marketplace daring menjadi arena
ekspresi sosial-politik. Boikot tidak hanya mengubah perilaku konsumen dan merusak
citra merek, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik terhadap isu konflik. Penelitian
ini menunjukkan bagaimana keterlibatan audiens dengan media mempengaruhi
keputusan dan tindakan mereka. | en_US |