Representasi Mualaf dalam Film Merindu Cahaya De Amstel
Abstract
Film Merindu Cahaya de Amstel merupakan film drama religi yang diadaptasi
dari novel karya Arumi E. yang mengangkat kisah spiritual seorang mualaf. Film ini
tidak hanya menampilkan alur cerita emosional, tetapi juga sarat dengan simbolisme
keislaman yang disampaikan melalui elemen visual dan naratif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengungkap representasi mualaf dalam film Merindu Cahaya de
Amstel melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada dua
lapisan makna yaitu denotasi (makna harfiah) dan konotasi (makna tersirat) yang
muncul dalam dialog, visual, dan interaksi antar tokoh dalam film. Metode semiotika
Barthes digunakan oleh peneliti untuk menafsirkan tanda-tanda yang muncul dalam
film tersebut sebagai bentuk komunikasi simbolik yang sarat dengan pesan ideologis
dan religius. Model pemaknaan denotasi-konotasi Barthes diterapkan terhadap
adegan-adegan tertentu yang dianggap mewakili proses spiritual seorang mualaf, seperti pergulatan batin, pencarian identitas, dan penerimaan terhadap ajaran Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa representasi mualaf dalam film ini dibentuk
melalui simbol-simbol visual seperti cahaya, jilbab, air wudhu, serta narasi dan dialog
yang mengekspresikan pencarian makna hidup. Interaksi antar tokoh juga
memperkuat konstruksi identitas baru yang dibangun atas dasar keimanan. Kesimpulannya, film Merindu Cahaya de Amstel berhasil merepresentasikan proses
spiritual seorang mualaf secara simbolik melalui pendekatan sinematik yang kuat. Film yang telah diteliti tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyampaikan
pesan dakwah yang mendalam, menjadikannya sebagai media komunikasi keagamaan
yang potensial dan bermakna.
Collections
- Communication [1409]
