• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penegakan Hukum Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja Terkait Kompensasi di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21410659.pdf (972.0Kb)
    21410659 Bab 1.pdf (351.7Kb)
    21410659 Daftar Pustaka.pdf (239.1Kb)
    Date
    2025
    Author
    Salsabilla, Feldareka Laksa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas mengenai penegakan hukum dan kendala dalam penegakan hukum terkait pemberian kompensasi kepada pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana pengusaha wajib memberikan kompensasi bagi pekerja PKWT di akhir masa kerjanya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: Bagaimana penegakan hukum Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja terkait kompensasi di Daerah Istimewa Yogyakarta? dan Apa saja kendala dalam penegakan hukum Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja terkait kompensasi di Daerah Istimewa Yogyakarta?. Jenis penelitian ini adalah yuridis-empiris dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan sosiologis. Sumber data terdiri dari data primer berupa wawancara serta data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan secara wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah Pertama, penegakan hukum terkait pemberian kompensasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah dilakukan meskipun belum optimal. Kedua, kendala dalam penegakan hukum terkait kompensasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yakni kurangnya sosialisasi norma ketenagakerjaan yang dilakukan Disnakertrans DIY, kurangnya jumlah pengawas ketenagakerjaan, pemalsuan data yang dilakukan oleh perusahaan, dan paradigma yang keliru terhadap pengawas ketenagakerjaan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58175
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV