• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksekusi Putusan Pemidanaan yang mencantumkan Pembayaran Hak Restitusi Korban Kejahatan di Kabupaten Sleman

    Thumbnail
    View/Open
    21410130.pdf (934.8Kb)
    21410130 Bab 1.pdf (286.7Kb)
    21410130 Daftar Pustaka.pdf (182.0Kb)
    Date
    2025
    Author
    Pahlevi, Geby Iran
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Skripsi ini membahas terkait pelaksanaan eksekusi terhadap 5(lima) putusan pidana Pengadilan Negeri Sleman yang mencantumkan pembayaran restitusi kepada korban kejahatan di Kabupaten Sleman. Restitusi merupakan ganti rugi atas kerugian yang dialami korban tindak pidana, namun eksekusi putusan yang mencantumkan restitusi masih menghadapi berbagai hambatan. Rumusan Masalah yang diajukan yaitu: Apa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan eksekusi terhadap putusan peemidanaan yang mencantumkan pembayaran restitusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sleman; Bagaimana upaya eksekusi putusan pemidanaan yang mencantumkan pembayaran restitusi jika tidak dilaksanakan sesuai amar putusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan eksekusi restitusi serta mengetahui bagaimana pelaksanaan eksekusi jika tidak dilaksanakan sesuai amar putusan Pengadilan Negeri Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dengan metode empiris dan mengandalkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima putusan yang diteliti, dua putusan berhasil dieksekusi sedangkan tiga putusan gagal dilaksanakan, faktor pendukung meliputi itikad baik pelaku dan peran jaksa, sedangkan hambatan mencakup kurangnya itikad baik, kesalahpahaman dari keluarga korban, serta ketidakjelasan aturan. Jika restitusi tidak dibayarkan, korban dapat mengajukan gugatan perdata, namun upaya ini sering tidak efektif karena memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang besar, terutama jika dilakukan secara mandiri. Sebagai alternatif, jaksa sebagai eksekutor dapat menempuh pendekatan persuasif melalui komunikasi langsung dengan terpidana untuk mendorong pemenuhan hak korban.Penelitian ini menyarankan perluanya regulasi yang lebih kuat dan mekanisme eksekusi yang efektif agar hak restitusi korban dapat terpenuhi secara optimal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58102
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV