• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Dualisme Putusan Peradilan Tentang Batas Minimum Usia Calon Kepala Daerah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 23p/HUM/2024)

    Thumbnail
    View/Open
    21410638 Bab 1.pdf (484.1Kb)
    21410638 Daftar Pustaka.pdf (213.3Kb)
    21410638.pdf (2.716Mb)
    Date
    2025
    Author
    Rizki, Muhammad Fajar
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan mengenai batas usia minimum calon kepala daerah pasca dualisme putusan peradilan perkara uji materil (judicial review) perihal batas minimum usia calon kepala daerah (open legal policy) antara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Permasalahan yang dikaji terdiri dari: pertama, konstruksi kedua putusan peradilan mengenai batas usia minimum calon kepala daerah. kedua, permasalahan yang ditimbulkan akibat dualisme putusan peradilan terhadap norma yang sifatnya open legal policy tersebut. Ketiga, pengaturan ke depan perihal usia calon kepala daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara kedua putusan peradilan terdapat metode penafsiran dan konfigurasi yang berbeda, demikian juga dalam penerapan metode-metode penafsiran yang erat kaitannya dengan kewenangan pembentuk undang-undang (open legal policy). Selain itu, dualisme putusan peradilan ini menimbulkan beragam permasalahan, mulai dari permaslaahan pengaturan, permasalahan penafsiran, hingga permaslahan kepastian hukum. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa dualisme putusan tidak dapat dihindari akibat dualisme kewenangan judicial review oleh dua lembaga peradilan ini yang berpotensi menimbulkan berbagai macam permasalahan diantaranya tidak memberikan jaminan kepastian hukum, putusan peradilan yang saling bertentangan, hingga menyebabkan permasalahan hukum baru.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57984
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV