• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Urgensi Penghapusan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Sebagai Syarat dalam mendapatkan Pekerjaan: Dampak Labeling terhadap Mantan Narapidana

    Thumbnail
    View/Open
    22912027.pdf (1.284Mb)
    Date
    2025
    Author
    Firnando, Lucky
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis konsekuensi logis dari Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sebagai salah satu proponent screening dalam upaya mendapatkan pekerjaan terhadap mantan narapidana. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini Pertama bagaimana konsep labelling terhadap mantan narapidana melalui SKCK, Kedua.bagaiman dampak labelling melalui SKCK terhadap mantan narapidana dalam mendapatkan pekerjaan, Ketiga.apa urgensi penghapusan SKCK sebagai syarat dalam mendapatkan pekerjaan. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah empiris dengan menggunakan data serta bahan hukum yang dibagi atas primer, sekunder dan tersier. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan actual behaviour pada residivis yang memiliki pengalaman menggunakan SKCK sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan. Penelitian ini memberikan tiga hasil, yaitu Pertama. SKCK merupakan labelisasi dan stigmanisasi yang dilegalitaskan oleh pemerintah melalui PERKAPOLRI No. 6 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penerbitan SKCK. Kedua. SKCK sebagai salah satu proponent screening yang dinilai penting secara realita menghambat mantan narapidana untuk mendapatkan pekerjaan karena menjadi sala satu pertimbangan sekaligus catatan buruk. Ketiga. Pembentukan PERKAPOLRI No. 6 Tahun 2023 dalam tatatanan hirarki peraturan perundang-undangan menimbulkan ambiguitas dan kecacatan hukum. Hal ini didasarkan pada nilai-nilai diskriminasi dan menjadi maligna atau penyakit unhumanitarian yang tersebar secara sistematis melalui legalisasi labeling.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57808
    Collections
    • Master of Law [1540]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV