Persepsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Konsumsi Konten Dewasa Media Sosial Tiktok pada Anak-anak (Studi Kualitatif pada Warga Dusun Pelahan, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo)
Abstract
TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang populer di kalangan anak-anak
dan remaja. Namun, di balik popularitasnya, TikTok juga menyimpan risiko, terutama
terkait paparan konten dewasa yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak. Hal ini
karena anak berada dalam tahap perkembangan yang rentan dan mudah terpengaruh.
Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas persepsi orang tua terhadap penggunaan
TikTok oleh anak secara umum, namun belum secara khusus menyoroti aspek konten
dewasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi ibu
rumah tangga terhadap konsumsi konten dewasa di media sosial TikTok oleh anak-anak,
dengan studi kasus di Dusun Pelahan, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan
Banyuurip, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi,
dan telaah dokumen. Informan berjumlah sembilan orang ibu rumah tangga yang
memenuhi kriteria: mengetahui apa itu TikTok, memiliki anak yang menggunakan TikTok,
menyadari bahwa anaknya mengakses TikTok, dan berdomisili di wilayah penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persepsi ibu rumah tangga terbagi menjadi dua, yaitu
persepsi negatif dan persepsi positif. Persepsi negatif lebih dominan, dengan anggapan
bahwa konten dewasa dapat memicu rasa penasaran, peniruan perilaku negatif, gangguan
emosi, keterbukaan terhadap hal yang tidak pantas, serta menghambat perkembangan
mental dan emosional anak. Sebaliknya, persepsi positif melihat konten dewasa sebagai
bahan edukasi, media diskusi nilai dan batasan, serta sarana untuk mengajarkan
pengendalian diri dan konsekuensi dari suatu tindakan.
Collections
- Communication [1409]
