• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Persepsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Konsumsi Konten Dewasa Media Sosial Tiktok pada Anak-anak (Studi Kualitatif pada Warga Dusun Pelahan, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo)

    Thumbnail
    View/Open
    18321201.pdf (7.977Mb)
    Date
    2025
    Author
    Diwanti, Farhana Salsabila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang populer di kalangan anak-anak dan remaja. Namun, di balik popularitasnya, TikTok juga menyimpan risiko, terutama terkait paparan konten dewasa yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak. Hal ini karena anak berada dalam tahap perkembangan yang rentan dan mudah terpengaruh. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas persepsi orang tua terhadap penggunaan TikTok oleh anak secara umum, namun belum secara khusus menyoroti aspek konten dewasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi ibu rumah tangga terhadap konsumsi konten dewasa di media sosial TikTok oleh anak-anak, dengan studi kasus di Dusun Pelahan, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Informan berjumlah sembilan orang ibu rumah tangga yang memenuhi kriteria: mengetahui apa itu TikTok, memiliki anak yang menggunakan TikTok, menyadari bahwa anaknya mengakses TikTok, dan berdomisili di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi ibu rumah tangga terbagi menjadi dua, yaitu persepsi negatif dan persepsi positif. Persepsi negatif lebih dominan, dengan anggapan bahwa konten dewasa dapat memicu rasa penasaran, peniruan perilaku negatif, gangguan emosi, keterbukaan terhadap hal yang tidak pantas, serta menghambat perkembangan mental dan emosional anak. Sebaliknya, persepsi positif melihat konten dewasa sebagai bahan edukasi, media diskusi nilai dan batasan, serta sarana untuk mengajarkan pengendalian diri dan konsekuensi dari suatu tindakan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57777
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV