Show simple item record

dc.contributor.authorAgustyningthyas, Chyta
dc.date.accessioned2025-09-02T07:07:05Z
dc.date.available2025-09-02T07:07:05Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57624
dc.description.abstractSalah satu sektor perekonomian yang terancam akibat adanya Pandemi Covid-19 yaitu Pariwisata. Pemerintah menetapkan kebijakan kepada semua aktivitas yang berkerumun agar dibatasi sementara hingga virus corona mereda. Sehingga banyak tempat wisata yang gulung tikar dan tidak bisa bangkit lagi . Namun Desa Wisata Cibuntu masih bisa bertahan dengan mempertahankan eksistensi desa wisata di tengah Pandemi Covid-19, salah satu nya dengan mendapatkan penghargaan sebagai desa wisata mandiri inspiratif pada penghargaan Anugerah Desa Wisata 2021. Rumusan Masalah dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Bagaimana Strategi Komunikasi Desa Wisata Cibuntu dalam mempertahankan Eksistensi Desa Wisata Di era Pandemi Covid-19 dan Era New Normal. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pariwisata, strategi komunikasi pemasaran dan penerapan manajemen strategi desa Wisata di masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini yaitu Strategi Komunikasi yang dilakukan Desa Wisata Cibuntu dalam mempertahankan Eksistensi Desa Wisata di Era new normal yaitu melakukan strategi komunikasi pemasaran STP (Segmentasi, Targeting, Positioning). Strategi Segmentasi yang dilakukan dengan penentuan objek wisata yang dapat di jangkau oleh semua kalangan, strategi Targeting yang dilakukan yaitu dengan membangun Desa Wisata dari hasil kritikan dan saran pengunjung serta mensejahterakan masyarakat desa wisata cibuntu di bidang ekonomi dan strategi Positioning yang dilakukan dengan penghargaan reward yang di terima oleh Desa Wisata Cibuntu di tengah pandemi covid-19 sebagai Desa Wisata Mandiri Inspiratif tahun 2021. Kedua, Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan yaitu Strategi Komunikasi Pemasaran 7P, dengan menentukan Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence yang ada di Desa Wisata Cibuntu, dan yang ketiga yaitu Manajemen Strategi Desa Wisata Cibuntu di tengah pandemi covid-19 dengan menggunakan Strategi Planning untuk merancang program, Organizing menjalankan fungsi dan tugas program yang telah dibuat, Actuating melakukan aktivitas sesuai dengan keadaan ketika pandemi Covid-19 dan Controlling memantau progres pengunjung dan mengawasi pengunjung yang datang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDesa Wisata Cibuntuen_US
dc.subjectStrategi Komunikasi Pemasaranen_US
dc.subjectManajemen Strategien_US
dc.titlePengembangan Strategi Komunikasi dalam mempertahankan Eksistensi Desa Wisata di Era New Normal (Studi Kasus : Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan Jawa Barat)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19321111


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record