Show simple item record

dc.contributor.authorDesvely, Meissy Savitri
dc.date.accessioned2025-08-21T06:49:53Z
dc.date.available2025-08-21T06:49:53Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57516
dc.description.abstractPenelitian ini membahas mengenai pembuktian dan hambatan penyidik dalam tindak pidana pelecehan seksual cybercrime. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau penelitian pustaka dengan pendekatan literatur atau kepustakaan. Sumber data terdiri dari data primer berupa studi pustaka serta data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data secara literatur atau studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah, pertama, hal-hal yang dapat dijadikan alat bukti dalam tindak pidana pelecehan seksual cyber crime melalui metode romance scam terdapat pada KUHAP dan UU ITE. Meskipun begitu, sistem pembuktiannya masih tergolong lemah dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Kedua, hambatan penyidik dalam upaya pengungkapan dan penanggulangan tindak pidana dunia maya terkait sumber daya manusia dan minimnya personil penyidik yang mengikuti pendidikan khusus cyber crime dalam tindak pidana pelecehan seksual cyber crime melalui metode romance scam. Kemampuan/kualitas dan jumlah personil penyidik setiap unit cyber crime harus memadai dan diperhatikan guna menangani kejahatan-kejahatan di dunia maya secara maksimal. Meskipun begitu, sistem pembuktiannya masih tergolong lemah dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAlat Buktien_US
dc.subjectHambatan Penyidiken_US
dc.subjectCybercrimeen_US
dc.titlePembuktian Tindak Pidana Pelecehan Seksual Cyber Crime melalui Metode Romance Scamen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19410723


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record