| dc.description.abstract | Digitalisasi mendorong strategi pemasaran yang lebih interaktif melalui social media
marketing dan penggunaan brand ambassador. Azarine, brand kosmetik lokal, yang
menggandeng girl group K-Pop Red Velvet untuk mempromosikan produk make up mereka.
Meski begitu, Azarine belum masuk dalam 10 besar brand make up terpopuler di Indonesia.
Isu terkait ketidakpuasan konsumen terhadap beberapa produk make up Azarine juga turut
menjadi perhatian dalam membangun preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh social media marketing dan brand ambassador terhadap preferensi
mahasiswa Yogyakarta pada produk make up Azarine, dengan kualitas produk sebagai
variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan SEM-PLS, penelitian ini
melibatkan 105 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa:
1) Social media marketing berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap preferensi
mahasiswa; 2) brand ambassador berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
preferensi mahasiswa; 3) social media marketing berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kualitas produk; 4) brand ambassador berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap kualitas produk; 5) kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap
preferensi mahasiswa pada produk make up Azarine; 6) kualitas produk memediasi social
media marketing terhadap preferensi mahasiswa pada produk make up Azarine secara positif
dan signifikan; dan 7) kualitas produk tidak memediasi brand ambassador terhadap
preferensi mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap produk
make up Azarine lebih banyak dibentuk oleh persepsi atas kualitas produk, bukan sekadar
strategi promosi atau figur publik yang mewakili brand. Temuan ini memperkuat pentingnya
kualitas produk sebagai penentu utama dalam membentuk preferensi konsumen di tengah
kompetisi pasar kosmetik. | en_US |