Pengelolaan Risiko Operasional Perbankan dalam Rangka Mitigasi Risiko Terjadinya Fraud Unit Operasional BTN KC Yogyakarta
Abstract
Memahami prinsip-prinsip perbankan secara menyeluruh serta menerapkan
manajemen risiko yang efektif merupakan faktor penting dalam menunjang
keberhasilan operasional bank. Kegagalan dalam mengelola risiko dapat
menimbulkan kerugian finansial, merusak citra lembaga, dan bahkan mengancam
keberlangsungan operasional. Sebaliknya, penerapan manajemen risiko yang tepat
memungkinkan bank untuk memanfaatkan peluang usaha secara optimal,
mengurangi potensi kerugian, dan mendukung peningkatan keuntungan secara
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan risiko
operasional dalam rangka mitigasi risiko terjadinya fraud, khususnya praktik
markup Surat Perintah Membayar (SPM) menggunakan nota tidak valid di BTN
KC Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi
kasus, melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk mengidentifikasi
faktor risiko dan mekanisme pengendalian internal. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa faktor internal seperti kapasitas SDM, komunikasi, budaya organisasi, serta
faktor eksternal seperti tekanan finansial turut berkontribusi terhadap potensi
praktik markup. Dampak dari praktik fraud ini dapat menyebabkan kerugian
finansial yang signifikan, merusak reputasi bank, dan menurunkan kualitas layanan
kepada nasabah, sehingga diperlukan adanya pengelolaan risiko yang efektif.
Sistem ORMIS dan penerapan tiga lini pertahanan menjadi langkah strategis dalam
deteksi dini dan pencegahan fraud. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengelolaan
risiko yang efektif dan budaya kepatuhan yang kuat mampu meminimalisasi risiko
fraud, menjaga reputasi, dan memastikan keberlangsungan operasional bank.
Collections
- Financial Analysis [22]
