Pengaruh Social Media Advertising dan Electronic Word Of Mouth (EWOM) terhadap Keputusan Pembelian Disney+ Hotstar Selama Pandemi Covid-19 bagi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII)
Abstract
Masifnya penggunaan media digital dan jaringan internet semakin meningkat akibat
masuknya Pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini sekaligus membuat kebiasaan masyarakat
juga berubah, saat ini hampir seluruh kegiatan sehari-hari melibatkan aktivitas digital termasuk
dalam memenuhi kebutuhan hiburan. Platform untuk hiburan dalam dunia digital semakin
menjadi unggulan, seperti media sosial, dan layanan streaming (music/video). Layanan
streaming video (film, series, documenter, dll) menjadi pilihan dari mayoritas orang untuk
memenuhi kebutuhan hiburan. Disney+ Hotstar menjadi salah satu layanan streaming terlaris
di Indonesia dan penggunaanya meningkat drastis setelah adanya Pandemi Covid-19.
Seiring berkembangnya zaman dan kebutuhan masyarakat, Disney+ Hotstar gencar
melakukan aktivitas promosi melalui seluruh platform media sosial. Salah satunya yaitu melalui
aplikasi TikTok karena pengguna dan audiens-nya meningkat sangat banyak dan menurut data,
menjadi yang tertinggi pada masa Pandemi Covid-19. Sasaran pasar layanan Disney+ Hotstar
serta pengguna aktif aplikasi TikTok didominasi oleh generasi Z yaitu sekitar 14-27 tahun.
Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan
pengaruh yang ditimbulkan dari aktivitas promosi Disney+ Hotstar yaitu social media
advertising dan electronic word of mouth (eWOM) terhadap keputusan pembelian Disney+
Hotstar pada masa pandemic Covid-19 bagi mahasiswa Universitas Islam Indonesia.
Untuk mengetahui jawaban permasalahan tersebut, peneliti menggunakan teori
periklanan, social media advertising, electronic word of mouth (EWOM), serta AISAS Model
dalam keputusan pembelian. Penelitian ini termasuk penelitian eksplanasi kuantitatif dengan
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia sebagai populasinya. Jumlah sampel berdasarkan
populasi dan dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 100 orang responden. Teknik
pengambilan sampel yaitu non probability sampling berupa purposive sampling, sampel yang
diambil sudah ditentukan yaitu pengguna aktif sosial media TikTok dan mahasiswa Universitas
Islam Indonesia. Metode analisis penelitian ini yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, teknik
analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji t, uji f, dan analisis regresi linier berganda.
Hasil uji dan analisis yang diperoleh akan digunakan untuk menguji teori yang
digunakan dalam penelitian, mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa variable independen
berpengaruh secara pasial maupun simultan dengan nilai positif dan signifikan terhadap
variable dependen. Secara parsial, social media advertising berpengaruh sebesar 40,4%,
electronic word of mouth (EWOM) berpengaruh sebesar 36,6%. Sedangkan secara simultan,
didapat Fhitung sebesar 46.716 dan nilai probabilitas 0,000 dan berpengaruh sebesar 48% dan
sisanya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Collections
- Communication [1409]
