• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MEKANISME PENENTUAN PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PRESTASI YANG MULTITAFSIR (Studi Kasus Jual-Beli Part Modifikasi Sepeda Motor Melalui Internet)

    Thumbnail
    View/Open
    burning pendadaran FIX SCAN.pdf (1.607Mb)
    Date
    2018-02-07
    Author
    MUHAMMAD IQBAL ROSYIDI, 13410138
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pembuatan perjanjian jual-beli part modifikasi melalui media internet yang tidak menimbulkan prestasi yang multitafsir dan mekanisme penentuan pihak yang bertanggung jawab atas prestasi yang multitafsir pada proses jual-beli part modifikasi sepeda motor melalui media internet. Pelaksanaan pemesanan part modifikasi melalui media internet sering terjadi permasalahan, yaitu part yang dihasilkan tidak sesuai dengan kehendak konsumen namun di sisi lain modifikator sebagai pembuat part modifikasi merasa bahwa dia sudah sesuai dengan arahan dan kehendak konsumen. Hal tersebut terjadi karena part modifikasi merupakan barang yang bersifat estetik sehingga sering terjadi perbedaan penafsiran antara modifikator maupun konsumen. Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum normatif. Penelitian normatif atau penelitian perpustakaan ini merupakan penelitian yang mengkaji studi dokumen, yakni menggunakan berbagai data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan dapat berupa pendapat para sarjana. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian mekanisme pembuatan part modifikasi sepeda motor melalui media internet yang tidak menimbulkan prestasi yang multitafsir adalah harus dilihat kecakapan para pihak kemudian konsumen dalam menyatakan kehendak harus disertai dengan gambar dua dimensi yang diikuti dengan pembuatan desain oleh modifikator. Hal tersebut bertujuan untuk mengindari perbedaan penafsiran antara kedua pihak. Modifikator lalu membuat part modifikasi sesuai dengan desain yang disetujui bersama. Tahap selanjutnya setelah barang jadi lalu menyerahkan kepada konsumen disertai dengan garansi. Pada kasus ini bahwa modifikator tidak melaksanakan prestasi yang sesuai karena konsumen terlebih dahulu tidak melaksanakan prestasi yang sesuai. Apabila konsumen meminta pertanggung jawaban maka, berlaku asas exceptio non adimpleti contractus
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/5684
    Collections
    • Law [3440]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV