• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut di Kota Pekanbaru

    Thumbnail
    View/Open
    20410714 Bab 1.pdf (279.1Kb)
    20410714 Daftar Pustaka.pdf (231.0Kb)
    Date
    2025
    Author
    Tanza, Suci Aulia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini di latar belakangi adanya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut yang mengatur mengenai pemberian izin baru di wilayah hutan alam primer dan lahan gambut. Muncul persoalan ketika aturan tersebut dilaksanakan dimana penetapan wilayah yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan mengakibatkan penghentian kegiatan terhadap seluruh hak atas tanah. Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan: Pertama, bagaimana implementasi instruksi presiden nomor 5 tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Kedua, apa dampak implementasi instruksi presiden nomor 5 tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum yuridis empiris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan: pertama, implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut di Kota Pekanbaru masih terus berlaku. Namun, terdapat inkonsistensi dalam penetapan area gambut pada peta indikatif penghentian pemberian izin baru hutan alam primer dan lahan gambut, maka diperlukan penyelarasan terhadap penetapan area pada peta indikatif penghentian pemberian izin baru hutan alam primer dan lahan gambut di Kota Pekanbaru. Kedua, adanya dampak pelaksanaan kebijakan terhadap pemegang hak atas tanah yang kepentingannya terhambat, hak-hak atas tanah yang dimiliki tidak terpenuhi, dan tidak dapat mengajukan hak tanggungan akibat termasuk kedalam areal peta indikatif penghentian pemberian izin baru hutan alam primer dan lahan gambut di Kota Pekanbaru.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56514
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV