Show simple item record

dc.contributor.authorSakti, Naufal Rizky Bima
dc.date.accessioned2025-06-19T03:30:20Z
dc.date.available2025-06-19T03:30:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56477
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi pidana penjara dalam menekan angka residivis pengguna narkotika. Menggunakan pendekatan yuridis empiris, data diperoleh melalui wawancara dengan hakim, pengguna narkotika, dan petugas rehabilitasi serta lembaga pemasyarakatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana penjara belum efektif dalam mengurangi residivis pengguna narkotika, dengan angka residivis mencapai 36,84%. Selain itu, penerapan sistem double track yang menggabungkan pidana penjara dan rehabilitasi belum diterapkan secara maksimal. Banyak pengguna narkotika hanya dijatuhi hukuman penjara tanpa rehabilitasi yang memadai, yang seharusnya dapat membantu pemulihan mereka. Penelitian ini menyarankan agar sanksi rehabilitasi lebih diutamakan dibandingkan hukuman penjara, peningkatan koordinasi antara lembaga penegak hukum dan pusat rehabilitasi, serta perbaikan fasilitas di lapas untuk mendukung proses rehabilitasi. URIen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNarkotikaen_US
dc.subjectPidana Penjaraen_US
dc.subjectRehabilitasien_US
dc.subjectResidivisen_US
dc.subjectLapasen_US
dc.titlePelaksanaan Sanksi Rehabilitasi dan Pidana Penjara dalam Upaya Penurunan Residivis Pengguna Narkotika di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20410040


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record