• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengabaian Hakim atas Penjatuhan Sanksi Adat Kalosara Suku Tolaki terhadap Terdakwa Kasus Tindak Pidana Asusila (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kendari Nomor 576/Pid.Sus/2021/PN.KDI Jo Pengadilan Tinggi Kendari Nomor 2/PID.SUS/2022/PT.KDI)

    Thumbnail
    View/Open
    20410292 Bab 1.pdf (281.7Kb)
    20410292 Daftar Pustaka.pdf (170.2Kb)
    Date
    2025
    Author
    Ulfi, Hikmah Rahmayani
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Hingga saat ini suku Tolaki masih memberlakukan Hukum Adat yang disebut Kalo Sara. Kalo sara dipatuhi oleh masyarakat suku Tolaki ataupun para penegak hukum yang memiliki kesadaran hukum adat, dikarenakan ditemukannya pengaruh kesadaran hukum adat dalam penyelesaian delik adat, baik ketika hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku ataupun ketika ketua adat akan menyelesaikan kasus delik adat. Namun, pada penyelesaian yang dilakukan melalui hukum adat jika salah satu pihak tidak menyepakati maka akan dikembalikan lagi ke penyelesaian melalui pengadilan. Namun bagaimana jika para pihak sudah menyepakati penyelesaian melalui Hukum adat Tolaki, tetapi salah satu pihak yang sudah dibebankan pertanggung jawaban yang memberatkan namun tetap dilaporkan ke pihak berwajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai terdakwa yang telah dihukum dengan sanksi adat oleh lembaga adat tolaki namun diadili juga oleh pengadilan untuk kedua kalinya. Hasil penelitian ini menunjukan Hakim tidak menjadikan putusan lembaga Peradilan Adat sebagai suatu dasar yang meringankan bagi terdakwa atau penghapusan pemidanaan sebagaimana yurisprudensi (Mahkamah Agung RI Nomor 1644 K/Pid 1998). Putusan lembaga adat tidak mempengaruhi keputusan hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa. Saran yang dapat diberikan peneliti, perlu adanya jaminan yang tegas terhadap hal ini berupa peraturan perundang-undangan agar adanya kejelasan hukum yang jelas bagi pelaku yang mencari keadilan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56449
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV